Monday, September 29, 2014

Bye Ochiba!

Gimana perasaan mu kalau kehilangan sosok yang berarti? Dia sudah lama menemani hari-hari yang sepi, sudah rasakan duka dan suka bersama, melewati segala cobaan dan ujian yang menghadang, ikut serta membantu banyak hal kapan pun di butuhkan. Dia yang teristimewa, dia yang berjasa.

Sekarang dia harus pergi. Meninggalkan semua kenangan yang telah tercipta selama ini. Menyisakan bayang semu yang sulit di raih. Hati ingin dia tetap di sisi, di sini, dan selalu menemani. Namun apa daya rencana manusia, jika semua kehendak ada di tangan-NYA.

Bertahun-tahun bersama menyadarkan ku betul arti sebuah kebersamaan yang tulus tanpa pamrih. Mungkin terkadang aku lupa akan hadirmu, dan aku pun pasti akan menemukan yang lebih sempurna darimu. Tapi tenang lah, kau teramat berharga. Meski mereka bilang kau adalah barang lama, Kau adalah pertama yang aku punya.

Kuingat betul kau selalu membantu selesaikan tugas sekolah. Dari yang termudah hingga yang teramat susah, kau sabar dan selalu menuruti segala pinta. Pagi hingga larut malam kau selalu menemani ku, bahkan pagi hingga bertemu pagi dan pagi nya lagi kau selalu di sisi 'tuk menemani. Terkadang ketika aku rasa lelah, aku terlelap dan membiarkan mu terjaga tanpa sengaja. Maaf atas kesalahan ku, Ochiba. Ku harap kau tak pernah marah.

Hari munggu kemarin menikmati sedikit waktu bersama
Ochiba. Sebelum di pindah tangan dalam minggu ini.
Ochiba bagian depan yang menggemaskan
Genero selalu menempel dan bersahabat dengan Ochiba.
Ah, Genero bikin inget GenFM....ahsudahlah..
Belum rejeki.
Mungkin tugas membuat laporan yang hanya mengetik sudahlah biasa untuk anak sekolah. Tapi sekolah ku sungguh berbeda, dan dengan mu terasa lebih mudah. Animasi, fotografi, videografi, web dinamis-statis, desain grafis, Desain interior-eksterior, di sebut satu nama dan menjadi jurusan yaitu Multimedia. Dan aku berhasil melewati masa-masa kelam yang pernah ada. Dimana ada sidang uji kompetensi dan TA setiap tahunnya, dengan penguji yang ahli dan ternama di dunia IT. 

Berhenti sejenak...

Seringkali aku mengeluh membawa mu yang beratnya sungguh terlalu, namun kupikir jika disuruh memilih, aku akan lebih senang membawa beban mu kemana saja daripada harus menenteng dosa yang ku perbuat di dunia. Silahkan tertawa..


Semoga kau bahagia dan diperlakukan istimewa di tangan yang berbeda. Aku akan selalu merindukan mu, Ochiba. Ingatlah bahwa kita adalah teman. Terima kasih atas segala bantuan mu, atas waktu yang telah kau berikan untuk ku. Tentu aku akan menabung dan segera mungkin mengganti mu dengan yang lain, percayalah, kau pertama yang aku punya..
Read More

Friday, September 26, 2014

Hampir Pecah

Sudah berkali-kali menghapus kalimat awal di paragraf ini. Entahlah aku sendiri juga bingung mau mulai darimana. Ini bukan lah suatu cerita tentang Adam Hawa, juga bukan tentang ada tidak nya surga dan neraka. Ini hanya ungkapan dari isi kepala yang rasanya sudah tak muat untuk di tampung. Pusing, Jenderal!

Terlalu memikirkan suatu hal ternyata memang ga baik. Apalagi sampai lupa sama sekitar kita. Efeknya selain menyerang maag, juga menimbulkan kita sakit-ringan yang lain. Belakangan ini berat badan turun drastis, bukan karena program diet, tapi karena jarang makan. Bukan karena ga mau makan, tapi karena banyak pikiran. Jam tidur pun berantakan ga karuan. Sakit yang udah jarang kambuh, sekarang kambuh lagi. Damn!

Sudah hampir sebulan ini aku benar-benar random-mode. Bahaya aku rasa engga ya, tapi sedikit membahayakan bisa jadi. 

Soalnya kalo orang yang lagi random, dan dia menyetir sebuah kendaraan, tangan kita yang pegang kendali dan membawa kita entah kemana. Serius. Pernah suatu ketika aku benar-benar random dalam sebuah perjalanan pulang kerumah, pikiran kalut, dan kepala rasanya berat banget. Harusnya jarak untuk sampai rumah cukup satu jam, ini sampai rumah hampir dua jam!

Itu aku ga ngerti dan ga inget ngapain aja di perjalanan. Lebih tepatnya kemana aja sisa satu jam nya itu. Untung masih hidup, coba kalo tangan ngarahin ke tempat-tempat yang ga bener, atau ga sewajarnya.

KALO LAGI RANDOM JANGAN NYETIR!

Akhir-akhir ini banyak banget yang jadi beban pikiran. Mulai dari tugas, itu pasti. Karena aku bantu bisnis online mama, sometimes aku diminta buat ngerekap data penjualannya. Urusan komunitas, event yang akan di selenggarakan dalam waktu dekat yang sampai saat ini masih banyak yang harus didiskusikan. Dan tetebengek lainnya. Hhhhh, sedih ya rasanya.

Sepintar, sekuat, setangguh, setegar apapun wanita menghadapi sesuatu, kadang juga perlu rehat dan di manja, dihibur, dispesialkan. Serius. Aku 'sendiri' udah luwama, tulisan lama nya aja ga biasa loh itu. Mandiri dan segala sesuatu hal dilakuin sendiri itu udah biasa karena terbiasa. Betah, betah aja. Tapi kadang gitu ngerasa ada yang kurang. Apalagi kalo lagi merenung pas malam hari, sebelum tidur. Biasanya perasaan sendu itu dateng sendiri. Mikir kenapa, kenapa dan kenapa. Ya ga sih? Kalian pernah ngerasain hal yang sama ga? Hehe.
ini ekspresiku beberapa hari belakangan, hhhhh

Otak manusia ada kapasitas nya Jenderal! 

Bukannya aku mengeluh ya, aku sendiri kalo mengeluh kadang selalu di selingi dzikir dalam hati. Tapi rasanya benar-benar penuh ini isi otak. Ampuuun, rasanya sedih banget gitu. Rasanya pengen ngelepas semuanya, tapi gimana lagi, ini kewajiban dan tanggung jawab ya kan. Semua teman juga pada sibuk sama urusan sendiri-sendiri. Aku sendiri kalo inget dulu jaman sekolah pake seragam putih-abu, selalu yang menghibur teman. Selalu ada tingkah atau ucapanku yang buat mereka ketawa. Sekarang aku ngerasa ga kayak dulu, lebih menutup diri dan....ya aku lebih menutup diri.

*Berhenti sejenak dan menghela nafas panjang.*

Apapun yang kalian lakukan, semangat terus ya gaes. Jangan lupa disertai doa juga supaya berkah. Usaha kalian pasti membuahkan hasil dikemudian hari kok. Allah ga tidur, semangat yaaa.

Read More

Wednesday, September 24, 2014

Page1: Percakapan Di Ujung Malam

Ga ngerti kepikiran darimana ngebikin cerita kayak gini. Ngalir gitu aja. tapi di sini karakter tokoh utama sama dengan penulisnya *ehem* di buat sama-sama fleksibel, tapi cuma kuambil sekitar beberapa persen aja. Rencana nya dibikin beberapa page aja lah ya biar ga panjang. Dan ini di buat saat insomnia dengan iringan lagu Leaving On The Jet Plane. Yah, you know, ternyata ketenangan di dini hari selain enak untuk di pake ibadah lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa, juga enak di pake berfantasi dan menuangkan dalam sebuah tulisan. Okay, mungkin kalian sudah lebih dulu melakukan ketimbang aku. Sudah lama sekali aku ga begadang sambil mengerjakan sesuatu. Terakhir TA di masa sekolah.

Well, the story begins aja deh yaaaa.

"Jadi gimana.." sembari menarik badan menghadap tepat ke arah ku. Setelah berkutat dengan tali sepatu yang akhirnya kau tuntaskan. Dan aku menyambutmu dengan senyum manis yang sudah aku persiapkan. Kau, senyum. Manis. Tetap cuek dan tak peduli setelahnya.

"Sudah berapa lama kita ga ketemu?" Tanyaku dengan nada sedikit manja namun terlihat dewasa

"Ini yang paling lama kayaknya. Seminggu"

"Seminggu ya"
Aku tersenyum puas. Dan tak mendengar jawaban lanjutan nya. Batin ku tertawa dan berpikir, bukan nya dua minggu? Ku urungkan niat untuk menyanggah, biarlah, mungkin dia lelah. Dan kau bilang ini yang paling lama. Tak bisa menahan segala rasa yang ingin keluar dari sangkarnya. Malam ini adalah malam yang lagi-lagi penuh kejutan untuk ku sendiri. Kau datang dengan seulas senyuman.

Kita. Melepas rindu. Mendengarkan segala cerita baru mu. Dan ini bagian terseru, sepanjang aku berada di tempat ini. Terlebih lagi aku bisa memandang mu.

Ya, harus nya aku membayar tawa atas jerih payah mereka mempresentasikan materi canda nya.
Tidak dengan malam itu. Selera humor ku hilang seketika. Dan aku hanya tertawa saat giliran mu tiba. Tidak mengeluarkan tawa yang lantang. Aku tertawa, perlahan meneteskan butiran air suci dari mata yang tak di ketahui teman-teman di sekelilingku.

Aku kangen kamu...

Hanya itu gumamku dalam hati.

Aku sangat menikmati beberapa jam bersama mu. Tentu ini adalah moment yang sudah lama ku tunggu. Tawa canda menghiasi kita. Begitu indah.

Dan ketika tersadar, aku membuka mata. Waktu sudah berlalu. Sekarang bukan lah tiga jam yang lalu. Aku sudah tidak berada di kafe dengan pencahayaan syahdu itu. Pakaian tidur sudah ku kenakan, dan selimut kesayanganku sudah menutupi tubuh mungil ini. Sudah hampir tengah malam, atau mungkin sudah lewat. Bahkan aku enggan menengok angka jam pada hp ini.

Aku masih terdiam membisu. Mematung.
Melihat apa yang sedang aku baca. Percakapan yang entah-aku rasa hilang arah.

"You don't have to" pesannya

"You don't know why. Never know" balas ku

"You know, you have options"

"I've tried. But he already knows that I still have the same feeling with you, before he left. Some of them tried so hard to act nice, being the lucky one to be with me, but I ignored...... I don't know why you"

"If you've been with someone else and everything's alright. Then, suddenly I like you (again) yeah it's my consequences"

"Forget it. Lemme enjoy it."

"Okay."

"Don't ever change"

Tiga jam lalu kita bercerita dengan selingan tawa tapi setelahnya kita malah menjadi seorang yang entah menyebalkan ataupun tak saling memahami. Entah aku atau kamu. Seketika pesan kita jadi beku.

"Mas, ibarat tarik tambang, dibutuhkan dua pihak untuk narik tambang itu supaya keliat lurus dan menegang. Kalo cuma salah satu yang narik, talinya ga akan lurus sempurna.
Aku sudah capek mas. Aku pikir aku udah cukup sabar tapi rasanya dia ga kunjung sadar. Entahlah mas.
Gaperlu ada balesan atau solusi. Aku cuma pengin ngeluapin aja. Makasih mas."

Pesan yang ku kirim pada seorang yang mengerti betul tentang cerita ku dengannya. Aku pun tak paham filosofi tarik tambang kudapat darimana. Jemari ini menari dengan sendirinya dan menghasilkan untaian kata berfilosofi ala Anna. Yaa, cukup unik untuk pujian terhadap jemari ku yang telah menghasilkan kalimat tak bermakna. Kadang aku ga perlu di beri solusi, aku hanya ingin meluapkan apa yang terpendam di hati pada orang yang tepat. Dia adalah seorang yang 'kita' anggap seperti kakak. Hanya dia pengengah diantara kita.

Ah sudah lah..

Aku meletakkan segala percakapan itu dalam rak di otak ku yang memiliki banyak koleksi tentang potret dirimu, tentang kita dan hanya tentang kita. Dan di dalam situ bergelantungan ratusan percakapan yang pernah kita bincangkan. Mereka tersimpan rapih di sana. Sesekali aku ingin mengubur satu-persatu kenangan semu yang mengambang tentang kita, namun kedewasaan menguasai diri. Aku sadar kau begitu berarti. Aku berusaha menata perasaan yang seolah bercecer dimana-mana malam ini, mencoba pejamkan mata, dan berharap esok kan baik-baik saja.

Yah, esok kan baik-baik saja...

Read More

Sunday, September 21, 2014

Berhenti Memaksa

Terkadang sebuah permintaan tidak lah sulit, hanya saja dia selalu berbelit. Lelah hati ini bertahan namun sulit untuk meninggalkan.

Barangkali diri ini baru merasa apa arti sebuah rasa datang karena terbiasa. Karena semula diri ini tak percaya dengan hal-hal 'terbiasa'. Namun dengan mu, terasa nyata.

Diri ini telah membuka mata. Bahwa sudah terbiasa, terbiasa melihat mu di depan mata. Melihat senyum menawan indah. Diri ini terbiasa untuk menerima mu disisi.

Apa yang diri ini minta tidak lah susah. Hanya saja selalu kau alihkan tanpa arah. Kenapa?

Seribu satu alasan kau jabarkan, tidak lah membuat ku berhenti untuk selalu meminta. Namun setelah ini berlangsung lama, aku rasa cukup sudah. Aku tak akan memaksa. Aku mulai lelah.

Dengan mu, ini mengalir begitu saja. Tanpa rencana, tanpa perintah. Namun kau acuh dan selalu begitu. Diri ini terbiasa dengan keacuhan, tapi kau sungguh kelewatan.

Tidak ada lagi permintaan sederhana. Tidak ada lagi yang memaksa. Tidak ada lagi yang akan menjadi arti dalam sebuah jumpa saat bertatap mata. Tidak ada.

Diri ini tidak akan pernah berubah untuk mu, untuk mu yang kedatangannya selalu kutunggu, namun acuh tetap menjadi bagian dari mu. Entah sampai kapan kau begitu. Tidak kah kau lelah lelaki lucu ku? Oh, maaf, maaf kan aku yang mengakui. Kau bukan lah milik ku, kau milik mereka yang menikmati materi candamu dengan tawa.

Aku? Aku hanya menjadi bagian di nomor sekian dari daftar mu. Mengerti posisi, itu tentu.

Terasa berat untuk meninggalkan namun cukup lelah diri ini bertahan. Mau sampai kapan ini menjadi sebuah permainan?

Dalam sebuah doa, jika banyak dari mereka meminta 'tuk menjadi manusia peka. Diri ini minta hilangkan rasa peka yang telah tercipta. Kembalikan diri ini menjadi wanita selama tiga tahun ini saat merasa bebas, lepas, hampa, dan tak menerima mereka semua yang mencoba.

Diri ini berharap semoga kau berubah. Jika akhirnya kita tak bersama setelah kau menjadi pribadi baru. Diri ini akan selalu dan terus tersenyum, "diri ini menikmati dan menemani saat kau menjadi acuh. Semoga hanya diri ini yang kau beri sensasi dingin dan beku mu"

Tidak ada lagi permintaan sederhana. Tidak ada lagi yang memaksa. Tidak ada rengekan manja. Tidak ada lagi yang akan menjadi arti dalam sebuah jumpa saat bertatap mata. Tidak ada. Mungkin kau tak rasakan ada yang beda, karena kau tak pernah gunakan rasa. Kau tak pernah merasa.

Read More

Saturday, September 20, 2014

#StandUpFest2014

Ini adalah draft sejak bulan Juni lalu. Dan akhirnya ada kesempatan untuk melanjutkannya di hari ini sambil mengisi kekosongan hari Sabtu, yeah. Ya gitu kalau mood hilang di tengah perjalanan nulis, semua tinggal di draft. Entah kapan di buka lagi, tau-tau udah beberapa bulan kemudian baru di buka. Dasar moody!

Sudah tiga bulan #StandupFest2014 berlalu, tapi sampai sekarang kalau aku lagi nganggur pasti buka youtube dan nonton ulang. Karena menurutku acara itu menarik. Selain bisa menikmati jokes dari banyak komika nasional, kita juga bisa tahu komika-komika dari daerah lain.

Well, the story begins..

Apa itu #StandupFest2014?

Menurut tweet nya Ernest, StandUpFest adalah acara hajatan nya Stand Up Indo dan Stand Up MetroTV. Jadi, di acara ini seluruh komika se-Indonesia berkumpul di Tennis indoor Senayan, Jakarta, untuk ber-stand up pastinya. Memang tidak semua komika, tapi setiap daerah pasti ada perwakilannya. Dan acara ini di bagi menjadi dua hari, Sabtu dan Minggu 14-15Juni.

Ngapain aja di #StandupFest2014?

Yang pasti di acara ini ga ada  pengajian, ga ada penampilan dari albanjari, dan ga ada doa bersama. Jadi tolong lah jangan mengira hajatannya seperti yang biasa dilakukan, ini hajatannya beda. Dan pasti nya semua komika disini berstand up. Lebih dari SERATUS komika yang tampil!!!!

Nah ini poster acaranya kapan lalu

Seperti yang kita lihat, di poster itu ada yang namanya kompetisi #StreetComedy4.

Apa Itu Kompetisi #StreetComedy4?

Kompetisi stand up comedy terbesar di Indonesia dan setiap regional daerah mengeluarkan beberapa komika yang akhirnya beradu di Jakarta.

Perwakilan Jawa Timur memang ada?

Yaampun segitu hopeless nya sama pulau sendiri. Jangan gitu lah... Jatim mengeluarkan empat komika. Ada Pakde Deddy Gigis & mas Ubed dari Stand Up Surabaya, mas Firman & mas Ahmed dari Stand Up Malang . Jadi bonek dan aremania akan beradu di daerah the jak...
Oke kita langsung saja ke pertanyaan berikutnya saudara, sebelum saya di bakar massa.

Sidoarjo Gak ikutan?

Ikut dong. Perwakilan dari Stand Up Sidoarjo ada Mas Miky dan mas Salim, tapi sayangnya Tuhan berkehendak lain. Sidoarjo gak lolos di babak playoff. Jadi mas Miky dan Salim kembali menjadi butiran debu. Hahaha, ampuni hamba yang kurang ajar ini Ya Allah.

Jadi sebelum mereka berperang di Jakarta, seluruh komunitas Stand Up di Indonesia beradu dulu di setiap wilayah untuk di ambil kurang lebih empat orang yang mewakili asal daerah nya itu. Kalau ga salah total finalis dari semua wilayah ada dua puluh empat orang.
Dan untuk wilayah Jawa Timur-Bali seluruh komunitas yang ada di Jawa Timur maupun Bali berjuang supaya lolos babak playoff, di Kafe Kelir Malang tanggal 30 Mei lalu. Dan juri nya ada Angga Prameswara dari Stand Up Surabaya, Reggy dari Stand Up Malang, dan yang terakhir Ge.

Jangan berpikir karena Juri nya dari Surabaya dan Malang akhirnya yang dilolosin ya dari komunitas mereka sendiri. No! Penilaian nya sendiri di nilai dari LPM; laugh per minutes, materi yang di sampaikan dan delivery nya ke audiens. Dan empat komika yang lolos itu memang cadas dan memiliki kompeten. Aku ga berhenti ketawa saat mereka berstandup.

Oh gitu? Ada komika nasional yang tampil? Ada Kemal ga? Ada Radit?

Astaga pertanyaan ini kenapa selalu muncul setiap ada acara stand up show sih. Segini dahsyat nya ketampanan mereka menggoyahkan mulut kalian untuk mempertanyakan hal ini:(
Komika nasional ya banyak! Kecuali Radit. Ntah lah mungkin hidupnya dia hanya untuk morganissa dan mas anca.

Princess berangkat ke Jakarta? Kok ga meyakinkan gini?

Astaghfirullah, suudzon nya loh... kok bener. Emang ga berangkat ke Jakarta kok, cuma live streaming dari dalam kamar lewat UseeTV. Dan masih bisa menikmati canda mereka tanpa buffering. Terimakasih UseeTV.

Perwakilan Jatim akhirnya menang ga?

Iya harus legowo dulu. Jatim memang belum menang. Tapi mereka sudah melakukan yang terbaik kok. "Terimakasih Stand up fest 2014 dan Street Comedy 4, telah memberi kami--komika lokal-- kesempatan mencicipi panggung Jakarta" kata salah satu komika dari Surabaya, Pakde Dedy Gigis -yang baru saja bikin stand up tour di beberapa kota, Good Father Tour.

Pertanyaan sudah ditutup, langsung saja mengenalkan beberapa komika yang sempat aku tonton dan memang beberapa Dari mereka yang pasti  nya di idolakan.

favorited! Pandji Pragiwaksono
lovable muehehe Aa' Gilang Bhaskara
lovable juga Ge Pamungkas. Juara pertama SUCI 2 KompasTV
dan Street Comedy season pertama
Ini mas Karjo dari Surabaya
komika juara dua nasional di Komedi Genre.
Arie Kriting juara tiga SUCI 3 KompasTV
Jui Purwoto Juara street comedy season pertama
komika berbahasa Inggris keren dari Malang
Reggy Hasibuan
Monggol Stres
Ini salah satu komika yang aku cari tahu sampe mention
ke Stand Up MetroTV, karena cakepnya minta ampun.
Tapi sudah punya pasangan brooo.
Arditya Taqwa dari Samarinda
Ini pakde Gigis dari Surabaya
Ini mas Ubed dari Surabaya. Banyak yang bilang
dia mirip alm. Dono warkop
Sammy Not A Slim Boy Ketua stand up indo
Adjis Doa Ibu Juara Street Comedy season pertama
Akbar juga dari Surabaya.
Runner up SUCI pertama KompasTV
Boris Bokir finalis SUCI 2 KompasTV
dan juara street comedy season pertama
Randhika Jamil finalis SUCI 2 KompasTV
Awwe. Comic MetroTV
Mosidik juga Comic MetroTV
favorited! Koh Ernest Prakasa
King of Absurd, Kemal Palevi
Bintang Bete Juara Street Comedy season 2
Akhirnya postingan ini tuntas juga. Lega jadinya. Sebenernya masih ada yang lain yang aku lihat, misalnya Muslim, Fico, vokalis Tangga: Kamga dan lain-lain. Tapi pada waktu di capture tiba-tiba error dan ga ke save. Jadi, adakah diantara komika diatas yang jadi favorite kalian? Atau kalian punya cerita sendiri tentang komika diatas atau stand up comedy lainnya?
Yuk ceritain..

Read More

Friday, September 19, 2014

Resah Memecah Malam

Malam itu malam yang beda, tak seperti biasa. Menyusuri jalanan ibukota. Sendiri saja. Menuju tempat kali kedua aku kesana. Dengan tujuan yang sama, menikmati materi canda mereka dan membayar dengan tawa.

Tidak. Tidak hanya itu. Aku menemui komika ternama yang tinggal di Ibukota, berbincang tentang kelanjutan sebuah acara megah, yang mungkin akan buat pemirsah tak bisa lupa. Mereka terpesona. Semoga (ini terbukti nyata).

Banyak dari mereka tertawa lepas. Seakan mereka baru paham betul arti bebas. Aku? Sama. Hanya saja dengan orang-orang yang baru ku jumpa. Tak seperti biasa.

Seratus delapan puluh menit aku berada di sana, tak melulu selalu tertawa. Karena sebenarnya.... aku hanya memalingkan rasa sepi yang menggelayuti belakangan ini. Mungkin ini sering terjadi. Tapi, ini kali kedua aku merasa sangat sendiri dalam hati.

Tak lama kemudian aku sudah mengendarai beatty menuju rumah. Melewati jalanan yang mulai sepi tanpa penghuni. Memecah dingin nya malam dengan kecepatan yang tak normal untuk seorang wanita. Tapi ini sudah biasa. Bahkan saat berusia tujuh tahun, tekad bulat aku beranikan diri mengendarai sebuah motor trail mini di alun-alun kota dan meninggalkan goresan luka. Betapa laki nya aku saat itu. Memikirkan kenangan masa lalu dalam diri ini berulang kali, menggelengkan kepala sambil berkata "Subhanallah, nakal nya aku dulu. Dan aku bangga."

Ketakutan memburu di tengah perjalanan. Mengingat kriminalitas yang kerap terjadi, pasrahkan diri dan selalu menyebut nama-NYA dalam hati. Lindungi hamba-MU ini.

Rasa sesak muncul seketika. Tapi yang kurasa bukan lah penyakit yang merepotkan anggota PMR sekolah, mengingat banyak siswa sesak nafas, lemas tak berdaya saat upacara bendera.

"keluarkan, keluarkan saja"

Terdengar samar suara yang entah darimana asalnya. Kecepatan beatty bertambah. Aku.. mulai resah.

AAAAAAAAAAAAAAA

Kemudian aku berteriak sekencang mungkin. Menyebut satu nama yang entah sampai detik ini masih tersimpan di hati, meski hanya menunggu seorang diri. Mencaci mereka yang pernah singgah lalu pergi tanpa permisi, yang mengingkari sebuah janji persahabatan kini hingga nanti dan sekarang hanya jadi serpihan abu tak berarti, yang pernah bermain api berulang kali di belakang tanpa ku ketahui. Barangkali ada pengendara lain yang mendengar, aku pun tak peduli. 

Dua puluh lima menit, aku berteriak. Menyeruak bagai ombak. Mengeluarkan apa yang membuat dada ini sesak. Barangkali ada sebuah kapak, mungkin ku habiskan untuk menebangi pohon di hutan sambil menanami kembali pohon yang baru. Emosi membawa berkah. Aduh sayang, ini apa.

Menahan dan menahan agar butiran air suci yang singgah di mata tak menampakkan diri. Aku tak ingin merasa paling sedih. Karena aku sadar, ini bukan lah masalah berarti. Aku hanya ingin mengeluarkan segala resah yang menggelayut dalam dada. Dan malam itu terlepas sudah. Seiring senyum yang merekah saat sudah dekat rumah.

Aku bersyukur hati masih berfungsi dan merasa yang seharusnya di rasa sampai detik ini. Dan aku bersyukur, semesta tak pernah mengeluh mendengar segala emosi meski kadang aku tak pernah melakukan suatu besar untuknya, kecuali menjaga kebersihan sekitar ku sendiri.

Terima kasih Ya Allah, Kau menjaga dan bersama ku selalu. Terima kasih karena Kau perintahkan semesta tak menjahati ku di malam itu..
Rabu, 17 September 2014. Hampir tengah malam.
Read More

Wednesday, September 17, 2014

Gilang Bhaskara Adalah Idola

Sebelumnya minta maaf, mungkin beberapa postingan kedepan bukan cuma ada sebait cerita dengan alunan rima yang enak dibaca dan didengar di telinga, tapi akan tercampur dengan pembahasan stand up comedy. Because what, otak kadang ga berfungsi secara tepat. Dan ini mendukung supaya aku termotivasi bikin materi. gaes, bikin materi itu susah. *nangis darah, darah nya para remaja*. 

Mungkin buat pecinta stand up comedy, nama Gilang Bhaskara atau biasa disebut gilbhas sendiri sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Ya, Gilang ini salah satu komika cerdas jebolan SUCI2 KompasTV dan menyandang gelar juara 2.

Kenapa aku bilang cerdas? Karena memang materi Gilang beda dari yang lain. Dan sebenernya kalo kalian pernah nonton Gilang di TV ataupun di YouTube, pasti ga sadar sambil bilang "oh iya ya".
Materi Gilang itu observatif, kejadian sehari-hari tapi kadang orang luput pandangan. Dan Gilang mengemas materi nya sedemikian rupa supaya beda dari yang lain.


Komika yang kuliah jurusan Hubungan Internasional di Universitas Parahyangan Bandung ini adalah salah satu komika favorite ku sejak lama, sejak dulu kala. Dengan tinggi badan menjulang kelewat ga sopan, rambut yang sekarang sudah keriting lebat unyu-unyu, berkacamata, dan memiliki senyum yang menurut ku menawan.
Bagi sebagian besar kaum wanita, mungkin Gilang tidak lah memiliki kerupawanan wajah seperti Ge, tidak memiliki kharisma khusus seperti Ernest ataupun Pandji, tidak seabsurd Kemal ITU PASTI! Tapi buat ku, sosok Gilang ini spesial.

Gilang adalah salah satunya komika yang pengen banget aku temui. Cuma Gilang komika favorite yang belum pernah aku temui, selebihnya sudah. Eh, Pandji sama Radit belum sih. Waktu tour nya Pandji yang Mesakke Bangsaku Surabaya, aku ga bisa dateng. Waktu MnG Malam Minggu Miko Movie di Tunjungan Plaza Surabaya hari Jumat lalu GA BISA DATENG JUGA, lebih memilih dateng ke openmic komunitas. 

Dan Gilang adalah satu komika yang tour nya aku tunggu-tunggu. Karena dia belum bikin tour, sudah berkiprah di dunia stand up comedy tapi belum bikin tour itu ga greget! Tapi Gilang adalah salah satu komika yang diikut sertakan Pandji sebagai opener nya dalam Mesakke Bangsaku World Tour, dan kebagian di Brisbane, Aussie.

ngemention Gilang setelah turun dari
panggung StandUpFest2014 Juni lalu.
Dan sujud syukur streaming UseeTV
lancar jaya pada waktu Gilang perform.
Ternyata banyak juga yang nunggu tour nya Gilang:')

Untuk mention Gilang itu, aku gapernah sebahagia itu dapet mention dari komika. Dapet balesan mention dari Ernest atau komika nasional lain itu udah biasa. Bahkan di bales selebtweet juga ga bahagia-bahagia amat, bahkan sampe di followback. Entah begitu Gilang ada di tab mention rasanya bahagia banyak bunga-bungaaa dan aku mau bobok disini. Iya karena aku belum ketemu sama Gilang.

Hari Jumat lalu tepatnya tanggal 12 September 2014, Gilang dan Awwe ada job di Bali. BALI. Bukan karena apa ya, tapi kenapa pas aku ga lagi di Bali, Gilang malah ke Bali. Kan ga jodoh. Hih! Ini acara nya Gilang kemarin Jumat:

Gambar ini diambil dari akun @StandUpIndoBALI

Karena Gilang perform di Bali, otomatis aku langsung hubungi salah seorang komika Bali. Liant? BUKANPada waktu itu Liant lagi ga di Bali. Sebenernya ga penting juga ngapain hubungi mereka, ini semua karena the power of ga bisa ketemu secara langsung sama Gilang. I'll do anything supaya dapet apa gitu sesuatu dari Gilang.

Salah seorang komika Bali yang identitasnya dirahasiakan inikarena takut jadi bahan gosip di komunitas nya, aku mintain tolong supaya nyampein salam ke Gilang, dan ngefotoin Gilang sambil bawa kertas bertuliskan nama ku.

Sabtu, 13 September 2014.
Nada LINE yang pelan lembut bunyi. dengan isi pesan "Gis, gilbhas ga dateng futsal". Oh iya, komunitas stand up di Bali ini punya agenda setiap minggunya di hari sabtu yaitu Futsal Bareng Komika. Jadi siapapun boleh ikutan futsal bareng sama komunitas Bali. Seketika dapet kabar gitu, rasanya lemas tak berdaya. Takut Gilang udah balik ke Jakarta. Dan yang dateng cuma Awwe dan ada Muhadkly Acho juga!

Senin, 15 September 2014
Setiap hari Senin komunitas Bali selalu openmic. Biasanya di Veranda Cafe atau Dlande Cafe. Tapi malem itu openmicnya di Dlande. Jujur saja malem itu aku berharap sangat Gilang dateng kesana. Ya taulah meskipun aku ga lagi disana.
Nada LINE yang pelan lembut unyu bunyi, dengan isi pesan "Gis, gilbhas ga dateng:(", DHUUUAAARRR, kalian pernah tiba-tiba denger sesuatu semacam petir menggelegar tapi cuma kalian sendiri yang denger? Perasaan kecewa saudara-saudara. Yasudahlah..

Ga lama LINE bunyi lagi, "Oh dateng kok. Dia masih makan katanya haha"

SUJUD SYUKUR

Yang seketika mood ga karuan, dapet kabar gitu rasanya senengnya minta di cium sama Gilang! Eaaa.
Dan yang aku dapetin malem itu adalah: 
Pasti kok. Pasti Giska semangat kalo disemangatin Gilang:3

Di foto ini Gilang kelihatan cakep, menurutku.
Lihat senyum cerdasnya mana tahan kaaaang
Awalnya bingung mau mulai nulis tentang ini gimana, karena senengnya bukan main. Tapi ternyata sudah banyak aja yang aku celotehin. Hehe. Terima kasih banyak untuk komika Bali yang sudah mau direpotin menjadi pembawa pesan salam untuk Gilang dan sudah mengabadikan Gilang seperti ini. Dan terima kasih juga buat Gilang. Absolutely I'm waiting for your Special Tour, Lang. Can't wait to see you;)
Read More

Sunday, September 14, 2014

Bincang Santai

Menghabiskan hari minggu dirumah bukan lah hal yang jarang terjadi. Dan minggu ini setelah beres-beres kamar, jemur baju, cuci piring dan melakukan tugas rumah layaknya perempuan sudah tuntas semua, masuklah aku ke dalam kamar dan nyalain laptop.

Niat nya ngerjain dan ngedit tugas, tapi karena internet lebih menggoda, akhirnya blogwalking ke beberapa blog yang ada di promo hari ini. Tapi sebagai penerus generasi Indonesia yang baik, ya sambil ngerjain tugas lah. Meskipun ga niat.

Postingan kali ini ga akan ada rima kayak biasa nya mungkin. Soal nya mau sedikit cerita kejadian hari ini. Biar sesekali ga sok puitis lah. Aku juga anak normal kalo ngomong biasa aja. Ini kenapa jadi jutek gini bahasa nya, maaf maaf ga ada maksud. Pikiran kalo penuh dan otak mau pecah emang gampang banget emosi. hhhhh.
                                                                                                                                          
Lanjut aja ya.

Dan ketika lagi enak baca-baca blog, tiba-tiba nada whatsapp bunyi. Karena jarak tab sama laptop jauh, awalnya males ngambil, tapi yaudalah ya rasa males emang harus di lawan.

Salah seorang komika Surabaya ngajak ketemuan siang ini. Setelah dzuhur lebih tepat nya.

Singkat cerita aku sudah ada di kafe tempat komunitas stand up comedy daerah ku openmic biasa nya. Kopibolodewe Sidoarjo.

Di sini cuma ada aku sama dua komika ternama Surabaya. Salah satu diantara mereka ada yang memang sudah aku anggap kayak Mas sendiri gitu. Bukan brotherzone. Pernah sekitar sebulan atau dua bulan lalu mereka ngajak ketemu, tapi bodohnya hp kedua nya mati dan ga bisa dihubungi. Batal. Dan akhirnya baru bisa sekarang ketemunya.

Karena beberapa kali openmic Sidoarjo mereka ga dateng dan aku juga jarang-hampir ga pernah dateng ke openmic Surabaya akhirnya silaturahmi lah kita di sini. Tanpa ada komunitas.

Sebenarnya ketemu secara private sama komika di luar komunitas bukan lah hal baru buat aku. Aku udah beberapa kali ketemu komika untuk sekedar makan, ngopi, atau dengerin mereka curhat. Aku salah seorang yang boleh di bilang good listener, pemberi kritik-saran yang tepat dan akurat (kata temen). Selain itu penyimpan rahasia yang aman, dan termasuk orang yang fleksibel. Apa ya, bisa nempatin diri sih. Jadi dengan siapa aku ngomong pasti ga akan ada awkward moment yang lebay. Untuk masalah bahasa obrolan juga bisa nyesuaiin, di postingan kayak gini dan ngomong sehari-hari ngomong bahasa Indonesia yang bener, tapi begitu ketemu atau ngobrol sama temen dari daerah Bekasi, Tangerang dan sekitarnya, aku cukup bisa nyesuaiin. Aku orang yang suka ngomong, lebih kearah diskusi gitu sih, that's why kalo ada yang mau ngajak diskusi so' atuh sama Princess juga boleh. (INI KENAPA MALAH JADI NARSIS CERITA DIRI SENDIRI SIH)

Oh iya, ada kah di sini salah satu diantara kalian yang komika? Yaudah cuma nanya aja kok. Semangat bikin materi ya. (Pertanyaan dengan jawaban kampret emang, ya gini kalo otak butuh di 'f5-in')

Balik ke tujuan tulisan ini diketik sudah sebanyak ini.
Percakapan kita bertiga awalnya absurd gatau arah nya kemana. Yang ada malah bahas permasalahan ku sama salah satu komika, dan akhirnya nyelsein masalah di acara Street Comedy Jatim Bali di Kafe Kelir Malang, Juni lalu.

Dan setelah ngomong ngalor-ngidul, akhirnya percakapan absurd pun berakhir ketika salah satu komika ini pamit pulang duluan karena dia bawa kunci kos nya Mas Dodit. Ya tinggal aku sama komika yang sudah aku anggep kayak Mas sendiri ini.

Daaaan, sujud syukur akhirnya kita cerita yang lebih serius. Tapi ga jauh dari stand up comedy dan komika.

Oh iya aku belum cerita aku ini siapa kok bisa kenal komika gitu ya. Jadi aku tergabung di komunitas stand up comedy Sidoarjo. Waaaah, komika? BUKAN. Aku sebatas supporter mereka, bantu ticketing pas ada stand up show, Bantu promo acara dan salah satu admin di komunitas ini. Aku menyatu sama komunitas ini sudah sekitar dua tahun lalu, sejak jaman Kemal bikin tour yang namanya Absurd Tour. Tapi pada waktu itu belum gabung secara resmi, cuma sering dateng pas openmic aja. Selagi itu kakak kelas ku jadi admin Kemalicious Sidoarjo. Ya berawal di ajak nonton show gratis, sering dateng buat support mereka; komika lokal. Jadi lah sekarang tergabung resmi.

Enak nya gabung komunitas ini pastinya jadi punya banyak teman dan kalau selera humor tiba-tiba hilang, guyonan mereka bisa jadi obatnya. Dan bisa ketemu sama komika nasional, bukan sekedar ketemu tapi saling mengenal. Ada beberapa komika nasional yang sudah aku kenal, itupun karena daerah mereka. Surabaya dan Bali. Ya bisa di tebak lah siapa aja komika yang asalnya dari daerah itu. Ga jarang juga ada yang cuma sebatas 'tau' tapi ga terlalu kenal.

Komunitas yang komika nya aku kenal ya cuma di Jatim, itupun cuma komunitas Surabaya sama Malang. Dan Bali. Iya aku cukup sering bolak-balik pergi ke Bali. Dan akhirnya kenal lah sama mereka. Pertama kali yang aku kenal di komunitas Bali secara akrab itu Liant. Aku kenal Liant itu sekitar tahun lalu waktu merantau di Bali, dia belum jadi finalis SUCI4. Kebetulan juga aku nonton SUN5BALI bulan Oktober tahun lalu. Dan Januari lalu, Liant di bawa Koh Ernest di tiga kota di Jatim; Malang-Sidoarjo-Surabaya, untuk jadi opener di #ILLUCINATI-tour. Bulan Mei lalu waktu aku liburan ke Bali, Liant nemenin makan siangku selama dua hari. Ga ketinggalan juga malem nya aku nyempetin waktu buat dateng ke openmic Bali. Wah jadi kangen sama Liant, lah ini malah curhat.

Aduh, sebenernya banyak banget yang mau ditulis tentang stand up comedy selama tahun 2014 ini. Mau review beberapa stand up show di kota ku. Tapi ya pelan-pelan lah pasti ke posting kok, nanti(nanti).

Balik tentang hari ini, Mas ku ini cerita seluk beluk tentang stand up comedy, tentang kehidupan komika itu gimana. Pokoknya komplit lah. Dan dia ini salah seorang yang berulang kali nyuruh aku supaya jadi komika perempuan. Sebelumnya ada Mas Arif; SUCI4, dan Mas Reggy; komika Malang yang setiap perform selalu pake Bahasa Inggris. Tapi Mas ku ini yang nyuruhnya bener-bener serius dan selalu nanya "kapan kamu naik openmic?"

Gaes, bikin materi itu susah.

Setelah dia cerita, yang ada dia malah ngasih aku motivasi supaya jadi komika. Tadi diajarin sedikit gimana cara bikin materi, di kasih tau struktur nya gimana. Sebenernya aku udah pernah dapet pelajaran ini dari Mas ku yang lain, tapi ya karena aku emang butuh ilmu banyak ya aku dengerin.

Sebenernya juga, emang udah ada niatan buat coba openmic sekali aja, karena belakangan kemarin bener-bener resah. Dan jumat kemarin pengen coba. Tapi karena mood tiba-tiba turun ya ga jadi. Karena Mas ini sering banget ngomong "sayang loh udah dua tahun tau dunia stand up comedy tapi ga nyoba" itu yang bikin terngiang di kepala.

Dan sekarang aku bakal nulis materi sesuai struktur yang ada. Sekali lagi, gaes bikin materi itu susah......kalo ga terbiasa. Tapi yang udah terbiasa pun kadang masih kesusahan kok.

Dan aku openmic pengen pake materi original yang aku buat. Aku gapengen pertama kali coba openmic kayak mereka yang mencoba peruntungan pertama kali juga tapi pake materi komika lain.

Gaes, kalo ada di antara kalian yang pengen coba openmic juga untuk pertama kalinya, please bikin materi sendiri jangan pake materi orang lain. Sekalipun materi komika yang jarang dikenal masyarakat. Jangan. Komunitas daerah kalian sudah hafal materi-materi para komika nasional maupun komika daerah lain, setidaknya antar-daerah pasti saling kenal. Selucu apapun materi yang kalian bawain pas openmic tapi kalo materi orang lain, mungkin awalnya komunitas negur secara halus. Tapi kalo keterusan yang ada mereka malah ga respect.

Itu sebabnya aku lagi proses nulis materi sendiri. Gampangnya dari pengalaman pribadi. Lucu ga lucu nomor sekian, namanya openmic kan nyoba materi. Yang penting keresahan bisa tersalurkan.

Oh ya, barusan dapet kabar dari grup whatsapp komunitas, kalo aku di tunjuk jadi PIC untuk stand up show yang akan datang dalam waktu dekat ini. Dan ini kali pertama jadi PIC event stand up show. Buat yang di Sidoarjo dan sekitarnya kalo udah kangen sama stand up show, tungguin ya. Bentar lagi ada show keren.
Doa-in supaya semua lancar ya, gaes. Dan doa-in juga supaya isi dalem otak ku mencair dengan sendirinya, penuh bikin otak mau pecah aja. *nangis mutiara*. Belakangan emang banyak banget pikiran, sampe otak ini rasanya ga bisa berfungsi dengan bener. Princess butuh di hibur. Eaa.

Dan yaaa semoga aja good mood menyertai hati dan  pikiran Princess selalu (untuk buat materi). Wish me luck, ya!

Read More

Thursday, September 11, 2014

Hitam Putih (Mu)

Malam menjadi saksi jumpa kita saat itu. Tidak dengan atmosfer yang dingin dan beku, tidak juga dengan hanya bertatap mata lalu membisu. Kita berbagi cerita dari sudut pandang yang beda. Tentu ini yang ku suka dari kita. Tidak, dari cara kita tepat nya.

Membunuh detik demi detik dengan mu bukan lah masalah. Canggung pun tak aku rasa. Bahkan sesekali mencuri pandang ke arah mu tak lagi membuat pipi ku merona merah saat kau mengetahui apa yang sedang aku lakukan. Dan kau, acuh seperti biasa. Sesekali melempar senyum dengan tatap mata yang buat ku slalu jatuh cinta.

Kita mulai bicara tentang agama. Apa? Yah, tentang agama kita. Islam. Sama. Bukan tentang penyebaran Islam di Indonesia, juga bukan tentang sebenarnya berapa Nabi dan Rasul yang ada. Hal-hal ringan yang tercetus di kepala, sehubungan dengan moral manusia saat ini yang terkontaminasi globalisasi. Lupa dimana manusia akan abadi dan hanya mengejar nikmat duniawi. Pedih.

Lalu kita bicara apa tujuan orang menikah? Terlihat menggelikan untuk orang lain yang mendengarkan diskusi kita; dua muda-mudi yang amat belia berbicara "tujuan menikah". Mereka tak tahu dan selalu memandang sebelah mata. Kita menjawab bergantian dengan konspirasi pengetahuan apa adanya diusia yang amat muda. Di topik ini sesekali kau tertawa dan membuat suasana lebih mencair dengan selingan canda yang aku suka.

Melompat tentang politik, yang saat itu semua orang bahas dengan asyik. Padahal si politik tidaklah cantik entah mengapa orang tertarik.
Kita tentu akan mengupas apa yang sedang hangat, seperti menyentuh es batu di dalam pemanggang, leleh dan terasa hangat.
Tentu pilihan kita beda, aku nomor satu dan kau semi-nomor-dua. Tapi kita tidak lah pecah, tidak meluap amarah. Kita berdiskusi layaknya perdana menteri. Terlihat geli, tapi sangat menikmati topik ini.

Saat dua logika saling beradu, sebentar, jantungku berdegup cepat saat kau ungkap "suka", dengan gaya acuh seperti biasa. Lalu kita bercerita awal jumpa, awal bicara dan awal suka. Aku....berkata sama. Sudah lama aku menunggu, menghilangkan segala ragu, bahwa tidak lah semua-orang-berprofesi-sama-sepertimu memiliki hati yang beku. Dan susah untuk ku memilah antara keseriusan atau hanya candaan.

Kita saling tahu bagaimana keadaan hati saat itu. Ingin rasanya berkata "izinkan aku menemani selalu" tapi terasa ragu. Kita enggan tak bertegur sapa saat jumpa, barangkali menjalin hubungan hanya untuk perpisahan penuh tangis dan menjadi orang lain yang tak saling kenal. Kita menghindari hal seperti itu.

Kita kembali mengadu logika, kali ini banyak tawa canda. Karena sesungguhnya ini malam berdua untuk pertama kali nya tanpa sengaja. Iya, aku bersumpah. Setahun kita bersama, dan baru malam itu kita membunuh sore hingga malam berdua. Biasa nya kita bertemu untuk melihatmu menghibur mereka yang haus akan tawa.

Hingga tercetus kata "ayo foto" dari mulut ku. Sebelum mengambil potret kita berdua, aku mengambil gambar mu seorang diri. Untuk koleksi terbaru mu sendiri. Kau minta diarahkan bagaimana senyum sempurna yang tulus, dalam hati ku berkata, cairkan hati mu sejenak, rasakan hadirku di sini.

Melihat hasil diri mu sendiri, beberapa kali tersenyum puas dan itu adalah senyuman manis yang pernah aku nikmati. Dan kau mengganti potret diri mu dari berwarna menjadi hitam putih, "terlihat bagus begini"
Belum sempat aku menjawab, kau melanjutkan "hidup ku kok ga berwarna gini ya semua foto rasanya bagus di hitam putih"
Penjelasanmu membuatku tertawa kecil.

Dari sini aku memelajari hitam putih itu sendiri, kamu menggilai warna yang sudah bukan era-nya. Tapi setelah aku tamatkan, Einstein terlihat lebih muda dengan foto hitam putih nya. Entahlah.

Aku merindu saat kita saling memaparkan segala logika, saat aku meyakinkanmu, mengelus telapak tangan bagian atas dan berkata "bisa kok, kamu bisa", melihatmu manjakan mereka dengan segala materi canda yang kau punya, percakapan random setiap malam.

Kita. Tetaplah begini adanya. Jangan berpisah dan jangan menjauh begitu saja. Jadilah hitam putih yang selalu ku rindu. Terima kasih, kau mengajarkan ku hitam putih hidup mu.
"Life is like a piano; black and white. If God play it, all will be beautiful melody. And I'm there in colour. And thanks a lot, you taught me how to use black and white correctly, in real life"

Trust me, this picture just my-narcissism from my-instagram. Hoho.


Read More

Tuesday, September 9, 2014

Hello(h)

How's your day?
Everything's good?
Like to hear your story!
Love to see you soon
Obviously I miss you!
How 'bout you?
Read More

Saturday, September 6, 2014

Sabtu Bercerita

Dear pecandu rindu, gimana cuaca mu hari ini? Rindunya sudah ada balasan? Semoga saja aku mendengar kabar menyenangkan dari kalian.

Mengingat kondisi badan semalem kurang enak, akhirnya pagi ini bangun kesiangan. Begitu buka gorden kamar, sengatan matahari langsung menyilaukan mata dan ga ada motor di halaman rumah. Sesuai skenario.

Jadi, sebenarnya pagi ini aku mau ke perpustakaan balai pemuda Surabaya, ya akhir-akhir ini sering menenggelamkan diri diantara rak-rak buku yang jumlahnya entah-berapa. 

Tentunya buat nyari buku yang menarik buat di baca. Dan, syukurlah, kegiatan membaca buku yang akhir-akhir ini aku lakuin dan upload beberapa buku apa yang sudah atau akan dibaca, ternyata ada yang meniru, ehm, mengikuti. Namanya hidup didunia pasti punya penggemar gelap; seseorang yang diam-diam mencari tahu hal terbaru tentang apa yang dilakuin sang idola. 

Bagus lah penggemar yang satu ini ngelakuin hal positive juga. Aku bersyukur bisa bawa energi positive untuk orang lain. Hidupkan emang harus bermanfaat buat sesama toh?

Tinggalkan soal penggemar gelap tadi.

Karena bangun kesiangan dan motor emang sudah di pake orang rumah buat urusan lain. Ya berdiam diri lah dengan bacaan buku yang sudah aku pinjem dari perpusda, The Queen Must Die, judul nya serem ya. Tapi bukan horror kok.

Mungkin aku bakal review buku ini nanti-nanti, karena sekarang aku baru aja baca sampe bab empat. Ini buku semacam cerita fantasi. Tentang gadis penjelajah waktu, kerajaan, bangsawan-bangsawan gitu.

Aku suka banget cerita atau dongeng yang berbau kerajaan dari dulu; sejak duduk di bangku TK. Makanya setiap ada film yang ada unsur kerajaannya, aku pasti nonton. Entah itu genre nya komedi, horror, atau drama.

Entahlah, aku melihat mereka itu memesona, terlihat begitu bijaksana, pokoknya unik lah. Mulai dari cara ngomong nya, pakaian kerajaan nya, istananya, aturan-aturan, silsilah keluarga mereka. Benar-benar unik.

Itu kenapa aku suka kalo di panggil Princess. Aku pengen keliat seolah aku adalah Tuan Puteri. Dan beberapa orang udah membiasakan ganti cara manggil aku dari "Giska" menjadi "Princess", Hehehe.
                                               **
Sore hari pas udah beres-beres rumah juga badan, duduk anteng depan tivi sambil mijit-mencet remote tivi. Ga ada acara tivi bagus, gumamku.

Yaudah lah akhirnya aku ambil tab buat ngecek twitter. Dan selagi asik scroll timeline....tebak apa yang aku temukan! Aku nemu twit dari Dee yang katanya, novel dia yang kumpulan cerita dan prosa dalam satu dekade yang judulnya Filosofi Kopi bakal di film-kan!

Seminggu lalu aku baru baca novelnya, dan ada salah satu bab yang menjadi bab favorite ku; selain bab filosofi kopi itu sendiri. Bahkan aku tulis ulang bab favorite itu disini.

Lucky I am!

Aku udah tau buku nya dulu sebelum di film-kan.

So, I can't wait for the Filosofi Kopi movie, Dee!

Kesenengan yang aku dapet selain kabar filosofi kopi bakal di film-kan, ternyata channel tivi ada di nomor sebelas, kompastv. Iya, acara kuis Versus yang dipandu Helmi Yahya sebagai host.
Aku cukup sering lihat acara ini, dan episode kali ini ada dua sahabat; Betrand Anthony dan Jonathan Frizzy.

Yang bikin spesial dan terpukau saat Betrand bisa jawab ludes pertanyaan tentang tokoh-tokoh di perang dunia II, dan beberapa pengetahuan lain nya. Gilak!

Aku bener bener terpesona.

Aku inget berita beberapa tahun lalu di infotainment kalo Betrand ini juga punya jiwa sosial, dan kedua bola mata nya Betrand ini sudah di donorkan untuk orang-orang yang membutuhkan indera penglihatan, tapi bola mata nya bakal diambil kalo dia (maaf)-sudah meninggal.

Selain itu juga, Betrand adalah orang yang berjasa dalam pencapaian suksesnya Olga Syahputra.

Aku terpukau saat Betrand jawab pertanyaan dari Helmi Yahya. Aku memang selalu jatuh cinta sama laki-laki yang banyak pengetahuan. Ntah lah, menurutku, seksi. Selain dia harus lucu nan humoris. Hehe.

Dan ini tadi aku kedatangan teman sekolah, Yunita namanya. Jadi ini bener-bener malem minggu yang ya-bisa-dibilang-seperti-biasa.

Tapi, buat kamu yang mungkin sekarang sendiri alias jomblo, nikmatin aja. Yang pacaran juga banyak yang ga bahagia kok, banyak juga yang pengen status jomblo. BANYAK. Lagian, dunia ga akan berakhir kok meskipun kamu jomblo. Langit masih biru, malam dan pagi masih ada, panas dan hujan juga gantian dateng nya.

Be happy, have fun and enjoy the life you live today. Keep smile!
Read More

Friday, September 5, 2014

Perkenalan (ke Blogger Energy)

Photobucket
Halo, pecandu rindu. Barangkali bisa menuliskan beberapa kalimat untuk mengenalkan diri dengan sedikit waktu. Perkenalkan gadis lucu menggemaskan yang (dulunya) lugu ini bernama Giska, nama yang cukup modern di zaman teknologi maju. Mungkin aku baru mengenal (lebih dalam) dunia komunitas blog belakangan ini. Karena ajakan salah seorang teman. Lebih tepat nya menyarankan untuk join. Dengan iming-iming "Dijamin gaakan nyesel."

Namanya juga di iming-imingi, jadi ya hasilnya gimana lihat kedepannya. Apapun hasilnya juga ga masalah, yang penting sudah mencoba.

Oh iya, langsung saja ke pokok cerita, karena ada beberapa persyaratan yang harus di lakukan, mari kita lakukan sebelum tidak bisa dilakukan.


Kenapa memilih genre personal sebagai seorang blogger?

Mungkin kalo jawab original udah mainstream kali yee. Tapi emang kenyataan nya harus gitu. Di jaman yang sekarang sudah serba instant dan canggih, bisa copy-paste sana sini dengan gampang, mencari orisinalitas yang konsisten itu sulit. Sulit ya, bukan selulit. *PLAK

Karena setiap orang pasti punya cerita yang beda tiap hari nya, pasti ketemu kejadian yang beda antara orang satu sama orang lain nya, waktu yang beda juga, tempat dan situasi. Semuanya beda. Kalaupun ada yang sama pasti itu kebetulan dan ada sedikit perbedaan nya juga. Jadi apa yang dialami di hari ini adalah cerita yang belum tentu orang lain alami juga. Itu kenapa aku akan berbagi cerita, siapa tau menjadi inspirasi untuk orang lain di luar sana.

Bercerita dengan cara yang berbeda, menghiperbolakan setiap kata nya sehingga menjadi untaian yang bersenandung indah ditelinga, dan memanjakan mata saat baca.
Aku menceritakan apa yang aku rasain di hari itu. Kalo lagi kangen, pasti nulis untaian kata tentang kangen, kalo kecewa ya nulis tentang kekecewaan, lagi seneng pasti nulis penuh banyak bunga-bungaaa dan aku mau bobo di sini.

Ga selalu nulis tentang kejadian di hari itu. Karena ga semua kejadian menarik untuk diceritain. Maka nya aku lebih sering nulis apa yang di rasain di hari itu. Meskipun terkadang di hari itu memikirkan gimana perasaan di masa lalu. Galau. Hanya sesekali kejadian yang menarik dan memang ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian itu aku bakal ceritain.

Semisal kejadian yang gamenarik untuk diceritain seperti ini:

"Halo pecandu rindu, apa kabar? Hari ini aku bangun tidur, mandi, boker, cebok, ganti baju, makan, ngampus, pulang, ngampus, pulang. Begitu terus lah dari jaman rambut Fir'aun gondrong kebawah, sampe gondrongnya kemana-mana, yang kadang belah tengah, belah pinggir, juga belah dada."

ZONK!
Mana ada orang yang mau dengerin cerita tanpa isi begitu. Iya kan?

Maka nya aku nulis ke jadian di hari itu dengan perasaan apa yang memayoritaskan suasana hati saat itu. Dengan gitu aku lebih menjadi diri sendiri. Ini juga salah satu alasan kenapa aku menjadi blogger personal.

Oh iya kenapa tadi aku nyapanya "halo pecandu rindu" emm.. gini, yang namanya rindu pasti semua orang ngerasain. Rindu tentang atau kepada siapapun itu ditujukan. Baik rindu itu menyakitkan, menenangkan, menyenangkan, berlinang air mata. Pasti semua orang merasakan rindu. Nikmatin aja setiap kerinduan yang merasuk jiwa. Tentang kenapa pake kata "pecandu" yang kesannya negative, karena sekali orang merasakan rindu, pasti dia merasakan lagi dan lagi. Apalagi kalo terpisah jarak dan waktu. Dia akan candu rindu. Setiap waktu.


Alasan kenapa pengen gabung di Blogger Energy?

Jujur saja awalnya ga ada niatan ngeblog untuk seserius ini, blog ini selain didirikan pada zaman purba kala hanya untuk tugas Bahasa di jaman sekolah. Akhirnya keterusan buat nulis dan nulis. Sampe akhirnya belakangan ini lagi nggetu nulis.

Selain itu juga diajakin salah seorang teman. Kenapa ga di coba aja? Meskipun niat nya bukan untuk coba-coba.

Karena aku butuh wadah untuk menampung segala apa yang aku tulis ini. Barangkali yang aku tulis masih banyak cacat nya, ya temen-temen bisa lah ngingetin yang benar. Dan masih perlu banyak belajar dari banyak orang. 
Tentu nya menambah wawasan, teman, tulisan tulisan baru yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Bisa saling berbagi ilmu juga. Bisa saling bertemu juga dengan banyak orang meski hanya sebatas didunia Maya.

Selain itu nama dari Blogger Energy. Aku baru mendengarkan beberapa nama komunitas blog lain nya juga. Unik, lucu, dan nyeleneh hehe. Aku gapaham filosofi nama Blogger Energy gimana, yang pasti nama komunitas blog ini kayak bisa ngasih suntikan energi buat pada blogger nya. Supaya mungkin rajin nulis, giat baca, pokoknya energi yang positive.

Nah, itu kenapa aku pengen gabung, karena nama komunitas nya aja udah bener-bener ngasih energi gitu. Sudah menyalurkan ion+ dalam pikiranku *eaa. Mungkin buat orang lain "apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta...." eh bukan ya, maksud ku "apalah arti sebuah nama". Menurutku sih penting ya, dari sebuah nama kita menambah satu wawasan dunia. Terus emang mau nanti kalo kalian sudah nikah dan punya anak, anak kalian di namain Tukijah atau Tailo dan dirumah sakit itu hampir semua bayi yang baru lahir dinamain itu. Kan bingung jadinya.

Lagian di balik arti sebuah nama pasti terselip doa dan pengharapan di dalamnya. Percayalah.
Ini adalah persyaratan yang telah di buat dengan sebenar-benarnya dan keseriusan secara lahir batin dunia akherat. Semoga kita bisa saling bertegur sapa dalam dunia maya atau sekalian di dunia nyata. semoga saja. Kurang lebihnya mohon maaf. Saya Giska selamat sore *matiin mic* *angkat topi*.

Read More

Thursday, September 4, 2014

Rindu, Yang Mana?

Dear pecandu rindu,
Apakah hari ini rindu mu sudah terlepas dari sangkarnya? Apakah ada balasan dari apa yang kau rindukan? Apakah rindu itu masih kau pendam dalam kebisuan?

Melepas kerinduan adalah nikmat tersendiri. Meluapkan apa yang terpendam selama ini. Menunggu waktu tanpa henti adalah harga mati. Apalagi jika penawar rindu menyambut riang suka hati.

Bukan hanya cinta yang bisa bertepuk sebelah tangan, rindupun bisa melakukan. Merangkai segala rencana, menanti detik yang diharapkan, menciptakan segala kejutan dan Dia pasti tersenyum senang, meskipun ini baru khayalan.
Hari yang ditunggupun tiba, penuh suka cita aku menyambutnya. Dia, ah, pasti berdandan juga agar terlihat istimewa, pikirku dan tak sabar 'tuk bertemu dengan nya.
Malang sungguh tiada kuduga, aku lemas tak berdaya. Yang ku kira kita sama rasa kerinduan, ternyata itu hanyalah angan. Aku rindu sendirian.

Mengucap rindu tidak lah susah. Hanya bibir ini bergetar dahsyat tak biasanya saat ingin berkata. Bagaikan putri malu saat tersentuh, dia malu, atau mungkin merasa takut namun bukan lah pengecut.
Aku memilih bisu 'tuk katakan rindu. Agar kau tak menjauh dari ku, tak memasang muka seakan kau ingin membunuhku. Karena aku inginkan kau selalu tersenyum saat bertemu denganku. Meski ku tahu yang ku mau lebih dari itu. Lebih dari itu.

Lalu bagaimana dengan rindu mu?

Read More

Tuesday, September 2, 2014

Kita

Kita adalah dua yang entah jadi apa di akhir cerita. Bisa seperti ini saja, atau mungkin memikirkan rencana di masa berikutnya.

Tentu menjadi apa yang yang kau minta tidak lah susah. Hanya ingin ku tetap begini; apa adanya. Agar kau paham betul arti menerima segala.

Memang kita beda tapi itu bukan kendala. Keyakinan membuat kita kuat 'tuk bersama, melewati apa yang ada di depan mata.
Semoga.

Lebih dari setengah jiwa kau berlogika, sedang aku perasa. Bukan kah memang demikian harus nya?

Berdiri pada titik yang sama, bertatap mata dan mengucap satu kata yang membuat waktu terhenti sekejap saja; cinta.

Bukan maksud hati takut 'tuk menggenggam erat tangan mu. Hanya saja aku begitu malu dan merasa rapuh.

Berilah sedikit ruang dan waktu, agar aku menyelami jiwa mu lebih jauh. Jauh. Hingga aku terlena dan selalu rasakan rindu. Benar, aku pecandu rindu.

Tunggu, jangan beralasan apapun 'tuk pergi. Kau akan sesali keputusanmu nanti. Bukan aku mewanti-wanti atau menyumpahi tanpa arti.

Karena sebenarnya kau tahu dimana hati mu harus terhenti. Hanya terasa takut 'tuk berbagi, dan kau kira aku kan pergi setelah mengetahui. Tidak tentu tidak, aku tetap di sini.

Percayalah, akan ada kisah yang menjadi sejarah. Mereka bercerita suka hingga duka, mengambil hikmah dari apa yang didengarkannya, selalu menyebut dua nama. Dan itu adalah kita.


Read More

© Untaian Kata Dalam Cerita, AllRightsReserved.