Thursday, September 4, 2014

Rindu, Yang Mana?

Dear pecandu rindu,
Apakah hari ini rindu mu sudah terlepas dari sangkarnya? Apakah ada balasan dari apa yang kau rindukan? Apakah rindu itu masih kau pendam dalam kebisuan?

Melepas kerinduan adalah nikmat tersendiri. Meluapkan apa yang terpendam selama ini. Menunggu waktu tanpa henti adalah harga mati. Apalagi jika penawar rindu menyambut riang suka hati.

Bukan hanya cinta yang bisa bertepuk sebelah tangan, rindupun bisa melakukan. Merangkai segala rencana, menanti detik yang diharapkan, menciptakan segala kejutan dan Dia pasti tersenyum senang, meskipun ini baru khayalan.
Hari yang ditunggupun tiba, penuh suka cita aku menyambutnya. Dia, ah, pasti berdandan juga agar terlihat istimewa, pikirku dan tak sabar 'tuk bertemu dengan nya.
Malang sungguh tiada kuduga, aku lemas tak berdaya. Yang ku kira kita sama rasa kerinduan, ternyata itu hanyalah angan. Aku rindu sendirian.

Mengucap rindu tidak lah susah. Hanya bibir ini bergetar dahsyat tak biasanya saat ingin berkata. Bagaikan putri malu saat tersentuh, dia malu, atau mungkin merasa takut namun bukan lah pengecut.
Aku memilih bisu 'tuk katakan rindu. Agar kau tak menjauh dari ku, tak memasang muka seakan kau ingin membunuhku. Karena aku inginkan kau selalu tersenyum saat bertemu denganku. Meski ku tahu yang ku mau lebih dari itu. Lebih dari itu.

Lalu bagaimana dengan rindu mu?

8 komentar:

  1. nyesek adalah ketika kita rindu seseorang, dianya gak rinduin kita. Apa lagi dia-nya itu pacar sendiri. #KemudianCurhat :')

    Rindu ini kini tak bertuan, karena gak ada yang dirinduin. #MalahCurhatLagi

    ReplyDelete
  2. Cieeeeeeeeeeee yg lagi jadi secret admirer, udah jujur aja dari pada cuma rindu2 an gitu. Kan enak juga ketika kau ingin bahagia, dengan cara dia tetap dan mengetahui kamu tanpa ada rasa,

    eh. sungguh ni serius

    ReplyDelete
  3. Bagaimana dengan rinduku? tenang aja Gis, gue juga rindu kok. Muehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. didie! Wkwk ngakak deh. Lo salah fokus kampreeeet! Hahahaha

      Delete
  4. "Melepas kerinduan adalah nikmat tersendiri. Meluapkan apa yang terpendam selama ini. Menunggu waktu tanpa henti adalah harga mati. Apalagi jika penawar rindu menyambut riang suka hati"

    ini adalah sebuah kata yg menurut sy bisa mewakili prasaan sy kpd sseorang .
    kereen , tp sy gak bisa di twet

    ReplyDelete
  5. Lagi-lagi rindu..
    Kata-kata itu tak ada jenuhnya menggelayut dalam pikiranku.
    Rasa rindu yang masih saja sama pada orang yang sama.

    Namun ternyata rindu merupakan kenikmatan. karena tanpa rindu, rasanya sulit mengungkap rasa.

    **gue nulis apaan sih..

    ReplyDelete
  6. rindu rindu rindu.
    selalu ttg rindu tak kan pernah habis ceritanyaa.
    selalu bnyk crita ttg rindu.

    kalau rindukumah masih kaya gini-gini ajaa. gadak kemunduran,tp rindunya makin majuuu *apadeh Muth

    ReplyDelete
  7. I like it!! keliatan nulisnya itu dari hati banget dah...dan diksinya mengalir begitu saja..terus asih pokoknya..sabar ya...semoga suatu saat dia tahu dan rindu tak lagi menepuk udara kosong...:D

    ReplyDelete

© Untaian Kata Dalam Cerita, AllRightsReserved.