Friday, October 10, 2014

Siraman Tawa Part 2

Akhirnya ada waktu senggang buat ngelanjutin postingan ini. Nah sesuai di postingan yang ini, ini ada beberapa foto yang yang berhasil di potret pasca Siraman Tawa tempo lalu. Secara pribadi aku ga ngambil potret acara keseluruhan, karena kau cuma pengen menikmati acara di malam itu.  Sebenarnya malam itu yang bikin gak asik adalah jerawat ku gaes, errr. Dan mulai rasakan gerah jadi muka dan rambut nya sudah amburadul gak karuan. Baiklah ini yang berhasil terpotret. 

Ketika Dodit Perform


Diatas itu dari aku, Mbak Okti, Bu Haris, Kemalicious Surabaya ada Mbak Rere, dan teman nya Mbak Rere. Oh iya, Mbak Okti ini pacar dari salah satu komika Sidoarjo yang sekarang lagi LDR-an gitu ceritanya. Bu Haris ini juga komika Sidoarjo yang tempo lalu mencoba peruntungan di SMK Trans7. Kalian tau kan acara kompetisi grup lawak yang ada Cak Lontong, Desy Ratnasari, Nunung dan Komeng yang menjadi juri nya. Nah, Bu Haris dan temannya yang menamai grup mereka Hot Mama ini sempat muncul dilayar kaca tapi sayang Hot Mama gak menang. Belum rejeki.

Galih, Salim, Giska, Lotus, Deddy Aspal

Lagi lagi dan lagi
Dan ini adalah beberapa komika kebanggaan Sidoarjo. Ada juga Mas Aspal yang datang pas itu, oh ya Mas Aspal ini ketua komunitas Stand Up Indo Sidoarjo, mari beri hormat dulu pada sang ketua hehe.
Terkadang mereka ini nyebelin, reseh, pokoknya iseng deh. Tapi sebel sama mereka pasti gak bertahan lama, karena mereka moodbooster di kala worst mood melanda. Tanpa mereka dan komunitas ini, mungkin belum tentu bisa ketemu dan sedekat ini dengan Dia.

Si Ganteng Dono
Siapa Dono? Mungkin terdengar asing di telinga kalian, tapi sesungguhnya Mas Dono ini komika kondang Surabaya yang di kenal banyak komika nasional dan ada beberapa dari mereka berteman baik sama Mas Dono. Mas Dono ini komika underground, free style pokoknya terserah dia lah. Dia gak pernah masuk tv karena dia kurang suka diatur, sedangkan kalau kalian tau betul ketika melihat komika yang ikut audisi atau muncul di tv, jokes maupun act out mereka di batasi. Mas Dono membuktikan bahwa gak semua komika yang gak masuk tv gak bisa terkenal. Mas Dono bebas dan di kenal. Barangkali kalian tergabung di komunitas, coba tanyakan nama Dono di komunitas kalian. Selain itu Mas Dono orang nya baik, mungkin gaya bicara nya kadang ceplasceplos tapi yang diomongkan itu benar. Pokoknya Mas Dono ini sangar abeesss.

Koalisi Merah Merona Paklek Gigis
Ini yang berhasil ngebuat daya tawa ku habis di Siraman Tawa. Benar-benar pecah pokoknya si Paklek ini. Ciye kebetulan warna bajunya kembaran gini. Paklek Gigis ini di panggil Mas Gigis atau Gigis oleh anak-anak komunitas manapun, karena aku sadar terpaut usia jauh banget dan aku orang yang ngerti unggah-ungguh ya aku manggilnya Paklek. Dan karena memiliki panggilan nama yang sama. Setiap komika Sidoarjo atau Surabaya ngetweet atau mention ke Paklek 'oalah Gis Gis' pasti aku nyamber dan nanya 'apa?' begitupun sebaliknya kalau mereka ngemention aku hehe. Oh ya di post yang ini aku sempat membahas Paklek Gigis, brangkali mau baca-baca silahkan.

Selfie-hore Paklek Gigis dan Mbak Okti

Mbak Rere sama Mas Dodit
Nah caption di instagram Mbak Rere adalah ketentuan buat penonton yang mau foto bareng Dodit. Karena acara selesai malam banget dan enam ratus lebih penonton yang minta foto, gak mungkin kan selfie satu-persatu. Akhirnya pihak panitia nentuin lima orang untuk foto bareng Mas Dodit. Kenal gak kenal pokok nya harus lima orang. Karena empu acara dan pengisi acara kita kenal semua, hehehe *ketawa setan* kalian pasti paham maksud ku kan gaes? Selain bisa foto secara private gini, kita dapat jatah konsumsi juga loh di backstage itu. Sebenarnya bayar buat nonton acara ini juga gak masalah. Tau lah susah nya bikin acara itu gimana, *berhenti sejenak memikirkan acara di depan mata yang harus di siapkan betul-betul*. Lagian aku toh ga ikut bayar, yang bayar Mbak Okti hehe di traktir gitu ceritanya. Ya meskipun sebenarnya kalo kita masuk gratis juga bisa. Tapi Mas Salim ngomong nya pas hari H dan udah bayar tiket, telat gaes!-_-

Oh iya, aku cuma ngefotoin yang mau foto sama Dodit, aku sendiri gak foto sama dia hehe. Lagian udah pernah waktu Sidoarjo ada acara Senior High Show, secara gak sengaja Mas Dodit datang lah ke acara kita. Dengan polos nya aku nanya "yang close mic siapa mas kemarin?" dan dia cuma jawab "liat aja minggu depan ya". Eh gak tau nya kata salah seorang komika yang aku kenal betul ternyata dia bilang kalo yang close mic si Dodit. Pantes aja gak mau jawab, hehe.

Dan untuk menutup malam itu, akhirnya aku memutuskan dengan keramas jam satu pagi. Dan setelah itu malah gak bisa tidur. Sakit nya tuh di sini...mata ngantuk di pagi hari.

Read More

Thursday, October 2, 2014

Siraman Tawa


Eh, Rek entar yang bisa dateng, dateng ya di Siraman Tawa. Gratis. Tapi duduk di depan. Maaf gak bisa ngasih yang terbaik. Duduk diatas maksud ku

Seketika bunyi notifikasi whatsapp grup komunitas dari Mas Salim membuyarkan segala konsentrasi yang tercipta. Sebenarnya cuma konsentrasi menyelesaikan laporan yang sudah membuat ku jengah. Dan, hei, Gratis? Kita masuk secara Ge-ra-tis? Kenapa ngomong nya setelah tiket sudah di beli  Mas.

Di susul nada lembut syahdu yang imut dari LINE bunyi.
"Gis, berangkat jam berapa?"

"Jam 5 aja mbak. Berangkat darimana? Kampus atau rumah?"

"Berarti nanti aku bisa maghriban di rumah ya, nanti maghriban di rumah ku aja. Jemput ke rumah dongsss"

"Gak tau rumah mu mbak. Princess takut nyasar. Mana alamatnya"

***

Setelah membunuh tiga puluh lima menit untuk sampai rumah Mbak Okti, akhirnya selepas sholat maghrib kita berangkat ke UIN Surabaya dengan waktu lima belas sampai dua puluh menit lah, karena pada waktu itu jalanan padat merayap. Jam pulang kantor. Tapi gak masalah karena aku pengen nutup hari Selasa tanggal 30 September Ceria dengan luapan tawa.

Ketika kita sudah di berada kampus UIN, tepatnya di depan masjid. Kebingungan untuk mencari lokasi auditorium nya dimana, sempat kita bertanya pada dua mbak-mbak, ternyata dia gak tau. Bukan mahasiswi UIN. Gak kehabisan akal langsung menelepon teman-teman yang punya acara. Mas Lotus. Sempat pula ada pikiran untuk memakirkan kendaraan di depan masjid, ternyata jarak dari masjid ke auditorium nya lumayan jauh. Akhirnya kita menaiki motor dan menuju ke auditorium. Baru turun dari motor sudah ada Mas Salim yang kebingungan nunggu orang dan mengatur orang-orang. Ternyata kita salah satu yang ditunggu, dan viola, Kita mengikuti Mas Salim dari belakang menuju dalam auditorium, bahkan menuju kursi yang akan kita duduki. Melenggang dengan muka acuh-tak-acuh, akhirnya deretan kursi depan sendiri sudah di persiapkan untuk kita. Di depan kita ada beberapa kursi sofa yang ternyata dipersiapkan untuk tamu undangan. Di deretan tempat aku duduk sudah berjejer dimulai dari yang paling kanan ada  fans club dari Kediri, dua bangku sebelah Mbak Okti di siapkan untuk dua orang kemalicious Surabaya yang ternyata membantu jadi tim ticketing acara ini, dan aku duduk paling pojok, berseberangan dengan deretan kursi bagian kiri.

Auditorium UIN Surabaya dengan 600+ audiens
Source
Siraman Tawa Stage
Source
Acara pun di mulai dengan muncul yang katanya dua MC kondang, ya mereka Galih dan Ratna. Bukan! Galih dan Lotus, mereka adalah komika yang tergabung di komunitas kita tercinta Stand Up Indo Sidoarjo. Mereka membawakan acara malam tadi benar-benar sakit jiwa. Lawakan mereka emang sering di bawain kalau lagi open mic, tapi karena ini acara yang berbeda dan dengan ratusan penonton yang baru tau mereka, otomatis tawa menggelegarkan ruangan dengan dahsyat.

Komika pembuka pertama bernama Tidar, mahasiswa UIN yang juga tergabung di komunitas Sidoarjo. Di komunitas, Tidar ini pendiam, sungkanan, dan materi nya absurd abeeessss. Nah ini kali pertama dia menjadi opener stand up show. Baru naik ke panggung dia udah ketawa sendiri, terus act out nya dia yang semrawut gampang buat penonton ketawa. Gugup dan bingung keliatan banget di raut muka Tidar. Opo seh Dar Dar. Itu gumamku yang keluar dari mulut di tengah riuh tawa.

Source
Komika pembuka kedua ada Ganjar, mahasiswa UIN yang tergabung di komunitas Stand Up Indo Surabaya. Mas Ganjar ini salah seorang yang mengikuti Liga Komunitas yang diadain KompasTV kapan lalu. Tapi sungguh disayangkan dua tim perwakilan dari Surabaya gak ada yang lolos satu pun. Gaya acuh tak acuh nya Mas Ganjar ini berhasil ngebuat penonton ketawa, meskipun muka Mas Ganjar ini ngeselin banget. Rasanya pengen jambak rambut ala Sarah Sechan nya. Gemes.

Komika pembuka ketiga ada sang empu acara, Salim. Kelucuan komika komunitas Sidoarjo yang satu ini jangan ditanya lagi. Lucu banget? Engga, engga sedikit lucu nya, BANYAK. Materi canda nya membius ratusan penonton tanpa henti malam itu. Ternyata di deretan sofa depan ku ada orang tua Mas Salim yang nonton. Aku tau pasti mereka bangga sama Mas Salim.
Komika bintang sebelum headliner ada Deddy Gigis. Komika senior yang juga yang tergabung di komunitas Stand Up Indo Surabaya dan sudah punya acara komedi di stasiun tv lokal, JTV, ini benar-benar mengguncang auditorium UIN. Aku gak berhenti ketawa setiap Paklek Gigis berstand up dan membawakan materi yang sudah pernah aku dengar. Karena aku duduk di depan sendiri dan paling pojok, secara otomatis kalo komika ngerifing penonton pasti di pilih yang paling depan. Aku kena rayuan Paklek, eaa.

Yak, ini dia headliner yang di tunggu ratusan penonton, dua fans club dari luar kota; Gresik dan Kediri, sampai ngebela-belain datang, komika yang sedang fenomenal dan jadwal nya sungguh padat merayap, followers nya tak terhingga, yang cuma perlu lirikan mata tanpa mengucap sepatah kata pun sudah membuat penonton teriak histeris, apa lagi kalau tiga kata khas nya keluar dari mulut, beuh! Kamu, iya kamu. Dodit Mulyanto. Mas Dodit muncul dari belakang menuju ke panggung, dan entahlah kenapa penonton gak bisa biasa aja sampai lompat dari kursi dan menghalangi jalan nya Mas Dodit menuju panggung. Toh ya kan nanti mereka bisa foto bareng.

"Selamat malam majelis ta'lim"

 Dhuaaaarrrrr! Pecah!

Ketika Mas Dodit maju, aku mulai rasakan guncangan bumi dari auditorium UIN ini akan runtuh tenggelam bersama riuh tawa yang tercipta oleh ratusan penonton. Tapi jujur aja, selama kurang lebih dua puluh sampai tiga puluh menit Mas Dodit berstand up, aku ketawa cuma sedikit gaes. Daya tawa ku sudah dikeluarkan maksimal saat Mas Salim dan Paklek Gigis maju. 

Ketika Dodit nyeletuk "kok keringetan ya. Ada yang punya tisu?" Salah satu penonton yang duduk di deretan ku teriak paling kenceng dan menjawab "punyaaaa", "sinii" kata Mas Dodit, langsung perempuan dengan jilbab coklat yang panjang nya sampai menutupi perut itu lompat dari kursi dan lari menuju keatas panggung, ngelap keringet di sekitar muka Mas Dodit dengan ganas, meluk Mas Dodit sepersekian detik. Pokok nya awkward deh.

Dan aku melongo heran. Aku, Mbak Okti, dan dua kemalicious Surabaya bertatap mata secara gantian. Syok apa yang terjadi barusan di atas panggung. Maksudnya gini, perempuan itu berjilbab sopan banget, pakaiannya juga sederhana, pake kaos kaki, aurat yang terlihat cuma muka dan telapak tangan, pokok nya santun banget lah. Tapi setelah dia lompat dari kursi dan lari keatas panggung, kok ya rasanya agak sedikit ganjil aja. Tapi kita berempat memaklumi karena mereka datang dari jauh hanya untuk ketemu Mas Dodit. Ya sangat perlu diapresiasi.

Dan di Siraman Tawa ini seperti ciri khas Dodit Mulyanto bawa biola diatas panggung, itu juga gak kelewatan. Mas Dodit memainkan beberapa nada dengan biola kesayangan nya itu. Memainkan lagu I'm Yours yang di improve. Dan perempuan seisi ruangan teriak histeris yang bikin telinga rasanya pengen di buntu aja dan ditulis "maaf ada kegiatan warga" supaya gak denger mereka teriak-teriak.

Acarapun berakhir ketika mas Dodit ngucapin "terima kasih gaes, I love you" sambil ngelempar kiss bye ke penonton. Dan semua komika yang tampil memberi penghormatan pada penonton malam itu. Dan tak lupa juga pastinya  penonton berhamburan mau minta foto sama Dodit Mulyanto. Next postingan aku bakal ngepost beberapa foto yang berhasil aku abadikan pasca Siraman Tawa.

Ciaobella kiss kiss

Read More

© Untaian Kata Dalam Cerita, AllRightsReserved.