Thursday, October 2, 2014

Siraman Tawa


Eh, Rek entar yang bisa dateng, dateng ya di Siraman Tawa. Gratis. Tapi duduk di depan. Maaf gak bisa ngasih yang terbaik. Duduk diatas maksud ku

Seketika bunyi notifikasi whatsapp grup komunitas dari Mas Salim membuyarkan segala konsentrasi yang tercipta. Sebenarnya cuma konsentrasi menyelesaikan laporan yang sudah membuat ku jengah. Dan, hei, Gratis? Kita masuk secara Ge-ra-tis? Kenapa ngomong nya setelah tiket sudah di beli  Mas.

Di susul nada lembut syahdu yang imut dari LINE bunyi.
"Gis, berangkat jam berapa?"

"Jam 5 aja mbak. Berangkat darimana? Kampus atau rumah?"

"Berarti nanti aku bisa maghriban di rumah ya, nanti maghriban di rumah ku aja. Jemput ke rumah dongsss"

"Gak tau rumah mu mbak. Princess takut nyasar. Mana alamatnya"

***

Setelah membunuh tiga puluh lima menit untuk sampai rumah Mbak Okti, akhirnya selepas sholat maghrib kita berangkat ke UIN Surabaya dengan waktu lima belas sampai dua puluh menit lah, karena pada waktu itu jalanan padat merayap. Jam pulang kantor. Tapi gak masalah karena aku pengen nutup hari Selasa tanggal 30 September Ceria dengan luapan tawa.

Ketika kita sudah di berada kampus UIN, tepatnya di depan masjid. Kebingungan untuk mencari lokasi auditorium nya dimana, sempat kita bertanya pada dua mbak-mbak, ternyata dia gak tau. Bukan mahasiswi UIN. Gak kehabisan akal langsung menelepon teman-teman yang punya acara. Mas Lotus. Sempat pula ada pikiran untuk memakirkan kendaraan di depan masjid, ternyata jarak dari masjid ke auditorium nya lumayan jauh. Akhirnya kita menaiki motor dan menuju ke auditorium. Baru turun dari motor sudah ada Mas Salim yang kebingungan nunggu orang dan mengatur orang-orang. Ternyata kita salah satu yang ditunggu, dan viola, Kita mengikuti Mas Salim dari belakang menuju dalam auditorium, bahkan menuju kursi yang akan kita duduki. Melenggang dengan muka acuh-tak-acuh, akhirnya deretan kursi depan sendiri sudah di persiapkan untuk kita. Di depan kita ada beberapa kursi sofa yang ternyata dipersiapkan untuk tamu undangan. Di deretan tempat aku duduk sudah berjejer dimulai dari yang paling kanan ada  fans club dari Kediri, dua bangku sebelah Mbak Okti di siapkan untuk dua orang kemalicious Surabaya yang ternyata membantu jadi tim ticketing acara ini, dan aku duduk paling pojok, berseberangan dengan deretan kursi bagian kiri.

Auditorium UIN Surabaya dengan 600+ audiens
Source
Siraman Tawa Stage
Source
Acara pun di mulai dengan muncul yang katanya dua MC kondang, ya mereka Galih dan Ratna. Bukan! Galih dan Lotus, mereka adalah komika yang tergabung di komunitas kita tercinta Stand Up Indo Sidoarjo. Mereka membawakan acara malam tadi benar-benar sakit jiwa. Lawakan mereka emang sering di bawain kalau lagi open mic, tapi karena ini acara yang berbeda dan dengan ratusan penonton yang baru tau mereka, otomatis tawa menggelegarkan ruangan dengan dahsyat.

Komika pembuka pertama bernama Tidar, mahasiswa UIN yang juga tergabung di komunitas Sidoarjo. Di komunitas, Tidar ini pendiam, sungkanan, dan materi nya absurd abeeessss. Nah ini kali pertama dia menjadi opener stand up show. Baru naik ke panggung dia udah ketawa sendiri, terus act out nya dia yang semrawut gampang buat penonton ketawa. Gugup dan bingung keliatan banget di raut muka Tidar. Opo seh Dar Dar. Itu gumamku yang keluar dari mulut di tengah riuh tawa.

Source
Komika pembuka kedua ada Ganjar, mahasiswa UIN yang tergabung di komunitas Stand Up Indo Surabaya. Mas Ganjar ini salah seorang yang mengikuti Liga Komunitas yang diadain KompasTV kapan lalu. Tapi sungguh disayangkan dua tim perwakilan dari Surabaya gak ada yang lolos satu pun. Gaya acuh tak acuh nya Mas Ganjar ini berhasil ngebuat penonton ketawa, meskipun muka Mas Ganjar ini ngeselin banget. Rasanya pengen jambak rambut ala Sarah Sechan nya. Gemes.

Komika pembuka ketiga ada sang empu acara, Salim. Kelucuan komika komunitas Sidoarjo yang satu ini jangan ditanya lagi. Lucu banget? Engga, engga sedikit lucu nya, BANYAK. Materi canda nya membius ratusan penonton tanpa henti malam itu. Ternyata di deretan sofa depan ku ada orang tua Mas Salim yang nonton. Aku tau pasti mereka bangga sama Mas Salim.
Komika bintang sebelum headliner ada Deddy Gigis. Komika senior yang juga yang tergabung di komunitas Stand Up Indo Surabaya dan sudah punya acara komedi di stasiun tv lokal, JTV, ini benar-benar mengguncang auditorium UIN. Aku gak berhenti ketawa setiap Paklek Gigis berstand up dan membawakan materi yang sudah pernah aku dengar. Karena aku duduk di depan sendiri dan paling pojok, secara otomatis kalo komika ngerifing penonton pasti di pilih yang paling depan. Aku kena rayuan Paklek, eaa.

Yak, ini dia headliner yang di tunggu ratusan penonton, dua fans club dari luar kota; Gresik dan Kediri, sampai ngebela-belain datang, komika yang sedang fenomenal dan jadwal nya sungguh padat merayap, followers nya tak terhingga, yang cuma perlu lirikan mata tanpa mengucap sepatah kata pun sudah membuat penonton teriak histeris, apa lagi kalau tiga kata khas nya keluar dari mulut, beuh! Kamu, iya kamu. Dodit Mulyanto. Mas Dodit muncul dari belakang menuju ke panggung, dan entahlah kenapa penonton gak bisa biasa aja sampai lompat dari kursi dan menghalangi jalan nya Mas Dodit menuju panggung. Toh ya kan nanti mereka bisa foto bareng.

"Selamat malam majelis ta'lim"

 Dhuaaaarrrrr! Pecah!

Ketika Mas Dodit maju, aku mulai rasakan guncangan bumi dari auditorium UIN ini akan runtuh tenggelam bersama riuh tawa yang tercipta oleh ratusan penonton. Tapi jujur aja, selama kurang lebih dua puluh sampai tiga puluh menit Mas Dodit berstand up, aku ketawa cuma sedikit gaes. Daya tawa ku sudah dikeluarkan maksimal saat Mas Salim dan Paklek Gigis maju. 

Ketika Dodit nyeletuk "kok keringetan ya. Ada yang punya tisu?" Salah satu penonton yang duduk di deretan ku teriak paling kenceng dan menjawab "punyaaaa", "sinii" kata Mas Dodit, langsung perempuan dengan jilbab coklat yang panjang nya sampai menutupi perut itu lompat dari kursi dan lari menuju keatas panggung, ngelap keringet di sekitar muka Mas Dodit dengan ganas, meluk Mas Dodit sepersekian detik. Pokok nya awkward deh.

Dan aku melongo heran. Aku, Mbak Okti, dan dua kemalicious Surabaya bertatap mata secara gantian. Syok apa yang terjadi barusan di atas panggung. Maksudnya gini, perempuan itu berjilbab sopan banget, pakaiannya juga sederhana, pake kaos kaki, aurat yang terlihat cuma muka dan telapak tangan, pokok nya santun banget lah. Tapi setelah dia lompat dari kursi dan lari keatas panggung, kok ya rasanya agak sedikit ganjil aja. Tapi kita berempat memaklumi karena mereka datang dari jauh hanya untuk ketemu Mas Dodit. Ya sangat perlu diapresiasi.

Dan di Siraman Tawa ini seperti ciri khas Dodit Mulyanto bawa biola diatas panggung, itu juga gak kelewatan. Mas Dodit memainkan beberapa nada dengan biola kesayangan nya itu. Memainkan lagu I'm Yours yang di improve. Dan perempuan seisi ruangan teriak histeris yang bikin telinga rasanya pengen di buntu aja dan ditulis "maaf ada kegiatan warga" supaya gak denger mereka teriak-teriak.

Acarapun berakhir ketika mas Dodit ngucapin "terima kasih gaes, I love you" sambil ngelempar kiss bye ke penonton. Dan semua komika yang tampil memberi penghormatan pada penonton malam itu. Dan tak lupa juga pastinya  penonton berhamburan mau minta foto sama Dodit Mulyanto. Next postingan aku bakal ngepost beberapa foto yang berhasil aku abadikan pasca Siraman Tawa.

Ciaobella kiss kiss

21 komentar:

  1. Siraman tawa yang pecah banget, apalagi ada yang bilang "Selamat malam para fans." :D

    Like post. Jelas seru gila acaranya.

    ReplyDelete
  2. gue juga pengen liat. caranya gimana ??????? TELAT, iya udah telat hhe

    ReplyDelete
  3. Venue nya kerennnn !! Kapasitasnya berapa tuh? Pengen banget punya kaya gitu di sini. Sayang belum ada.
    Kalo nonton special yg komiknya banyak biasanya gitu, udah abis duluan sebelum headliner. Tapi gpp, artinya shownya sukses. Mantap lanjutkan.

    ReplyDelete
  4. kayaknya rajin nonton stand up ya ...
    sebelumnya pernah baca postingan tentang stand up juga ...
    opener banyak juga di acaranya Dodit hehe

    eh iya, mayan tuh bisa dapet duduk paling depan.. :D

    ReplyDelete
  5. Huah! kayaknya pecah banget ya. Dan 600++ audiens kalo ngakak pasti bikin auditoriumnya bergemuruh. Hahaha. Gue belum kesampaian nonton Dodit secara langsung. Waktu itu pernah dapet 4 tiket nonton di balai kartini, cuman temen gue lagi pada sibuk semua. Akhirnya gajadi deh. Hehehe...

    ReplyDelete
  6. baca ceritanya, jadi pengen lihat stand up comedy langsung :)
    saya biasanya hanya nonton di TV sama di youtube mbak :)

    ReplyDelete
  7. haha judulnya siraman tawa gue kira siraman rohani haha :D kayaknya acaranya seru tuh gue gak pernah nonton stand up comedy secara langsung tapi overall gue berpendapat auditoriumnya bagus :)

    ReplyDelete
  8. siraman tawa, oalah tagline yg menarik.
    kalau biasanya kan siraman rohani.
    audiensnya terhibur smua ya,
    yang duduk di deretan depan apalagi, makin jelas liatnya.
    next postingan ditunggu foto2nya usai acara :D

    ReplyDelete
  9. Wah asik tuh kalo nonton standup duduk paling depan.
    Eh elu kayaknya udah paham banget standup ya, kalo orang awam mungkin gak tau yang namanya 'rifing'.

    ReplyDelete
  10. Sekali lagi, gue di buat iri sama tulisan lo princess. Gue iri lo bisa ngelihat langsung komika-komika. Lah gue? Cuma lewat yutub doang. Keren, keren, keren :)

    ReplyDelete
  11. Ngomong2 Giska bisa standup comedy juga gak?? Hehe

    ReplyDelete
  12. giska anak stand up, rajin banget posting tentang stand up.
    pecah banget tuh pesti acaranya.
    ada mas dodit segalaaaaa....
    wah lucky fans banget tuh cewek, ngelapin keringetnya mas dodit segala
    akh pengenn

    ReplyDelete
  13. Demi apapun deh ya, gue pengen ikut ada di situ. Meskipun sekadar lewat atau foto-foto doaaaang!
    Lihat foto2 comicnya jadi pengen nikmatin serunya berada di situ. Duhhhhhh... apalagi cerita kakak keren abis, berasa ada di situ bareng2 :(

    ReplyDelete
  14. keren.
    sebelumnya gue udah pernah baca tulisan lo juga tentang stand up comedy ginian. dan beruntung banget lo bisa dikelilingin oleh para komika''. trus lo kpan, open micnya? *eeh

    kyaknya komika pertama itu, gue ngerti juga sih gimana gugupnya. bediri di depan bnyak orang, apalagi klo takutnya materinya ga lucu. bisa mati bediri. ga sampai mati bediri sih, tapi tekanan batin. itu bisa seumur hidup juga. mungkin.
    dodit juga tampangnya malu''. tapi aslinya malu''in sih ya. punya gaya khas. yg gue sayangkan, kenapa dia ga sampe babak final acara SUCI kemaren ya? syang bnget dahsi om dodit

    ReplyDelete
  15. Dari fotonya aja udah keliatan komiknya pada lucu-lucu. Pasti pecah banget tuh. Pasti. Apalagi ada Dodit Mulyanto. :D

    ReplyDelete
  16. Wihi keren anak stand up. Udah nyebar di mana-mana ya sekarang. Tempatnya bagus tuh. Dan itu... mukanya ganjar. :))

    ReplyDelete
  17. Tiketnya dibeliin? aku sih mau kalo kek gitu, karena ngebeliin aja aku jarang nonton beginian :D.

    Kalo masalah cewek yang berhijab itu keknya penggemar KPOP juga begitulah. Di kampus banyak penggemar KPOP yang malah kek akhwat gitu tampilannya dikampus. Sekali lagi kita bisa memaklumi karena itu hanya sebatas fans doang. gitu gaes.

    ReplyDelete
  18. Nanti SUCROS Jatim di Malang dateng kan?

    ReplyDelete
  19. ihh pasti asik banget dah datang di acara yang emang bener bener bikin nyiram kayak gini yakkk...apalagi ada Dositt, aku juga fansnya Dodit nih gara gara sama sama sama medoknya, hahaha..pasti jadi fresh banget ya abis negliat begituan @.@

    ReplyDelete
  20. ok aku malah nggak tau sama sekali ya? malahan di UIN yang notabenenya universitas islam...kenapa nggak di unair B aja..biar bisa liat..

    langsungmeluncur ke youtubenya aja lah,,semoga ada videonya

    ReplyDelete
  21. owalah di uin toh ..... nyesel rek gak delok :D

    ReplyDelete

© Untaian Kata Dalam Cerita, AllRightsReserved.